Music

Single Kesempatan Untuk Mencinta Desau, Proyek Kreatif Para Produser Musik

Redaksi •    12 Maret 2019 | 12:32:16 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Sekumpulan produser kreatif musik atau orang-orang yang dianggap dibelakang layar dalam proses membuat musik dan memproduksi musik, kini bergabung di sebuah grup benama Desau.

Grup musik yang digawangi oleh beberapa produser musik yang sering nongkrong di vintage Space Studio, Cinere, Jakarta, merilis single debut berjudul Kesempatan Untuk Mencinta alias KUM.

“DESAU itu sebenarnya adalah kumpulan beberapa produser yang sering nongkrong bareng, dari nongkrong tersebut mereka lalu saling berbicara mengenai proyek-proyek yang belum keluar, akhirnya mereka sepakat untuk “menjadikan” proyek – proyek lagu ini satu per satu akan dibuat dan dirilis”, kata Claudia Stefanus lewat keterangan rilisnya pada hari Senin (11/3/2019).

Desau ungkap Claudia, terbentuk karena intensifnya mereka para produser musik tersebut melakukan proses kreatif pembuatan musik dan lagu serta kebiasan mereka bertemu, berdiskusi dan saling share tentang karya-karya musik dan lagu yang mereka buat namun belum diedarkan oleh penyanyi manapun. Dari situlah saling berbagi mengenai proyek – proyek musik dan lagu yang rilis tersebut akhirnya mereka sepakat untuk membuat proyek komunitas kreatif ini.

"Nama Desau sendiri punya arti sebuah hembusan angin, dan tujuan kita membuat proyek ini adalah mengeluarkan karya-karya kita yang selama ini masih terpendam..simple, kita ingin karya kita di dengar.. seperti desau angin," tambah Claudia.

Single Kesempatan Untuk Mencinta adalah single pertama dari EP / mini album yang berisi dari 4 lagu yang akan dirilis satu per satu sebagai single. Single keren ini dirilis oleh Cadaazz Pustaka Musik bekerjasama dengan Midnight Office Management dan Vintage Space records.

Secara keseluruhan, dalam EP ini, gitar merupakan instrument yang dominan namun tidak mendominasi sehingga membungkus lagu-lagunya menjadi album pop yang mudah and easy listening. Karena cerita dari masing-masing single tersebut berkaitan satu dengan yang lainnya, maka nantinya tiap single akan direlease dengan Cover Art berupa lukisan yang masing-masing memiliki cerita sendiri sebagai gambaran dari isi lagu dan saling terkait antara 4 single tersebut.

Desau sendiri mempunyai konsep yang lebih mengedepankan sosok art work / cover art di setiap singlenya dibanding tampilan wajah para anggota group musiknya sendiri, mungkin saja setelah lengkap 4 lagu mini albumnya nanti, baru para produser musik yang tergabung di Desau akan menampakkan jati dirinya.

Pembuatan Cover Art ini berkolaborasi dengan pelukis Adek Mahaernika dimana konsep kolaborasi seperti ini kemungkinan ini adalah yang pertama di Indonesia. [musasanz]