Style

Dulcolactol Solusi Anak Sulit BAB

Redaksi •    17 Mei 2015 | 13:25:31 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Semua orang pernah mengalami gangguan buang air besar (BAB). Terlebih kesulitan buang hajat ini tak hanya menimpa orang dewasa namun juga anak-anak. Banyak faktor penyebabnya. Semisal pada anak-anak, salah satunya secara umum terjadi karena perpindahan asupan makanan seiring pertambahan umur.

"Banyak sebab. Untuk detail perlu konsultasi ke dokter. Tapi umumnya perpindahan dari ASI ke susu formula, dari makanan cair ke padat. Anak yang suka jajan sehingga kurang tereduksi oleh serat. Lebih ke gaya hidup mereka," papar Indra Sugiharto Senior Brand Manager Dulcolax.

Akan tetapi, di sela Gempita 60 Tahun Dulcolax di Parkir Timur Senayan, Jakarta, gangguan tersebut dapat diatasi dengan mengkonsumi makanan sehat serta mengandung cukup serat atau bisa meminum obat pelancar BAB.

"Bagi anak-anak dapat minum Dulcolactol. Karena bentuknya sirup, cara kerjanya melembutkan sehingga mudah dikeluarkan 24 jam kemudian. Selain itu sirup ini juga dapat dicampur sari buah, susu. Ini untuk kenyamanan si anak," katanya lagi.

Diteruskan Dulcolactol sirup ini aman untuk diberikan anak lantaran komposisi berbeda dengan produk untuk orang dewasa. Namun jenis sirup tersebut dapat dikonsumsi orang dewasa.

"Untuk anak mulai satu tahun sudah bisa digunakan. Jadi semua umur sebenarnya karena bentuknya sirup isinya lactulus (gula) yang relatif aman semua usia kecuali penderita diabetes," lanjutnya.

Produk Dulcolactol sendiri sebenarnya telah diperkenalkan pada masyarakat. Namun pihaknya kembali melakukan relaunch tahun lalu sekaligus melengkapi bentuk tablet dan supositoria untuk orang dewasa.

"Tahun ini usia Dulcolax sudah 60 tahun sebagai solusi bab. Selain itu kita juga punya pilihan lengkap, untuk dewasa dan anak," ucap Indra.

Sementara itu ahli Gastroenterologi Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam mengatakan gangguan BAB dapat diobati dengan dua cara, farmakologis dan non farmakologis. Secara non farmakologis diakui perubahan gaya hidup harus dilakukan guna menanggulangi sembelit atau susah BAB ini.

"Tingkatkan konsumsi makanan berserat, minum air cukup, olahraga, hindari mengejan, konsumsi probiotik kemudian biasakan buang air besar usai makan serta hindari obat-obatan yang menyebabkan sembelit. Jika masih susah juga obat pencahar efektif mengatasinya," paparnya. [foto/teks : denim]