Music

Tahun 2018, DJ Akhda Serukan We Are All One di Single Terbarunya

Redaksi •    15 Mei 2018 | 10:39:14 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Electronic Dance Music (EDM) beberapa tahun terakhir lagi naik daun. Hal ini tentunya menjadi berita baik bagi kalangan penikmat jalur dance music. Dan memacu kreatifitas para produser, songwriter sampai DJ yang berada di jalur ini. 
 
Hal inilah menjadi salah satu alasan kreatifitas yang membuat DJ Akhda kembali merilis single terbarunya berjudul “We Are All One” dengan menggaet penyanyi Annemette Hauglum asal Norwegia. Wow!
 
“Single terbaru saya “We Are All One” sebenarnya diilhami banyaknya persaingan yang terjadi sepanjang tahun 2018, baik di bidang musik, olah raga, hingga politik dan lainnya. Sebuah semangat persatuan dan kebersamaan saya serukan dalam lagu ini. EDM sekarang menjadi lebih nge-pop, ini yang menjadi pijakan aransemen di lagu ini. Sebuah lagu dance music, yang tidak harus di dengerin di club, tapi bisa tampil easy listening and danceable,” ujar Dj Akhda lewat rilisnya, Senin (14/5/2018).

Menggaet Anemette Hauglum asal Norwegia dengan alasan karakter vocal yang memang pas di lagu ini. Annemette Hauglum sendiri warga negara Norwegia keturunan Indonesia, yang saat ini menjadi salah satu kontestan Norwegian Indol 2018. Kebetulan juga, Akhda sudah mengenal lama dengan vokalis cantik ini. “She is a really adorable sister with magnificent voice” ungkap Akhda mengenai sang vokalis.

Single diciptakan, diarensemen, mixing hingga di produseri sendiri oleh DJ Akhda. Ada yang menarik, proses mastering di tangani oleh Frank Arkwright dari Abbey Road Studio London yang cukup legendaris. Dalam proses pembuatan lagu hingga final memakan waktu sekitar 2 bulan. Single “We Are All One” ini diharapkan menjadi materi yang bisa di terima di panggung musik Indonesia, dan sebagai bukti eksistensi dari perjalanan karier DJ Akhda.
 
DJ Akhda dikenal sebagai icon media sejak 2009 saat Akhda mendirikan “DanceSignal” di Singapore, yang merupakan media nightlife di Asia yang eksis hingga saat ini. Ia juga dipercaya menjadi juri Paranoia Award sejak tahun 2010 dan bertahan hingga saat ini. 
 
Dan disepanjang tahun 2018, Akhda bertugas menjadi konsep kreator ‘ICEperience - Amsterdam Dance Event 2018” untuk area Indonesia. [musasan]