Celebs

Hijrah Jalur Musik Religi, Lucky Resha Jadi Juri Lomba Qasidah

Redaksi •    02 Maret 2018 | 16:56:22 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Penyanyi rocker di tahun 90an ini beralih menjadi penyanyi religi. Kini, wanita yang sudah berhijab ini didaulat jadi juri lomba musik qasidah bertajuk Qasidah Hunt yang digelar oleh Larutan Cap Kaki Tiga dan MNC Channel. 

Penunjukan kali ini, katanya hal yang tak disangka-sangka sejak dirinya berhijab dan berhijrah. "Alhamdulilah...dipercaya sebagai juri, excited banget luar biasa dan pas banget ketika saya sudah konsen di musik religi," kata Lucky Rhesa di konferensi pers Qasidah Hunt 2018 di restoran Al Jazeera Signature, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018).

Exitednya bagi wanita yang berasal dari Bandung, Jawa Barat adalah lantaran musik Qasidah akan diperkenalkan di jaman moderen ini. "Lomba ini buat anak-anak zaman sekarang, dan kita kan dikenalkan oleh ibu-ibu kita dulu diajak ke acara-acara keagamaan, tapi anak sekarang kan enggak semua familiar. Jadi buat saya antusias banget," ungkapnya.

Lucky menambahkan, dirinya tak menyangka bisa dipercaya menjadi juri untuk lomba musik qasidah. Pasalnya, ia berasal dari jalur musik rock dan baru beberapa tahun terakhir aktif bermusik dalam grup qasidah, Riyadhus Shalihin. "Ngga tahu juga jalannya bisa begini. Dulu album pertama saya rock banget, pure, jadi berangkat dari musik rock. Festival rock juga banyak yang saya ikuti. Tiba-tiba di sini ke musik religi, alhamdulillah udah jalannya," timpal Lucky. 

Menyambut tugasnya sebagai juri yang akan dimulai pada 3 hingga 5 Maret mendatang, Lucky mengaku akan menilai beberapa hal utama berdasarkan pengalamannya bermusik. "Ya saya akan menilai para peserta dari vokal kemudian dari kekompakan terus pembagian suara, intonasi dan penampilan. Penampilan itu perlu karena itu yang membungkus sehingga qasidah ini jadi modern. Di zaman sekarang di-wrap dengan unsur modern, tapi tidak keluar dari syariat Islam," paparnya.

Lomba Qasidah Hunt yang digelar akan memperebutkan hadiah hingga puluhan juta rupiah akan digelar di empat masjid yang berada di wilayah Jakarta, Bekasi, Depok, dan Tangerang.

Pesertanya disyaratkan beranggota 10 - 15 perempuan berusia 20 hingga 40 tahun yang membawakan satu lagu umum dan satu lagu jingle. Para pemenang tiap wilayah nantinya berlomba kembali untuk menentukan Best of The Best pada perlombaan puncak 5 Maret.