Celebs

Ada Artis Terciduk Narkoba, Julia Rossie Apresiasi Kapolres Jaksel

Redaksi •    22 Februari 2018 | 15:50:47 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia – Penyalahgunaan narkoba di kalangan artis semakin hari kian memprihatinkan. Pada Februari 2018 saja, polisi menciduk sejumlah selebritas yang diduga menggunakan barang haram tersebut, semisal Fachri Albar, Roro Fitria serta Dhawiyah. Melihat kenyataan itu, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin berinisiatif mengumpulkan seluruh pekerja di dunia hiburan untuk mendeklarasikan sekaligus menandatangi Bersedia Berhenti Menjadi Artis, bila terbukti menyalahgunakan narkoba, yang dilangsungkan di Lobby Polres Jakarta Selatan,Kamis (22/2).

Banyak opini menanggapi prakarsa Mardiaz Kusin ini, salah satunya Julia Rossie. Menurutnya inisiatif Kapolres Jakarta Selatan untuk mengumpulkan selebritas serta para pekerja di dunia entertainmen guna menghindari narkoba dengan membuat deklarasi dan tanda tangan itu merupakan langkah positif, mengingat Indonesia sudah dianggap keadaan darurat narkoba. Namun di sisi lain, ia mempertanyakan adanya MOU dalam hal ini.

“Tentu MOU yang akan ditanda tangani ini maksudnya baik dan meminta para artis terutama dan semua selebritis dan publik figur untuk dengan sungguh - sungguh menjauh, meninggalkan serta tidak berakrab dengan barang haram tersebut. Secara pribadi saya mendukung dan setuju terhadap upaya dan prakarsa Kapolres tersebut. Namun ganjil rasanya kenapa pakai MOU yang lazimnya dilakukan oleh dua institusi atau lembaga,” paparnya kepada Femindonesia.com

Pemeran Ratu Roro Kidul di sinetron Susuk Kantil Nyi Roro Kidul ini berpendapat bahwa pemakai narkoba merupakan perorangan sehingga akan lebih menyentuh jika pihak berwajib memberikan penjelasan tentang efek bahaya dari penyalahgunaan barang haram tersebut.

“Bagi artis, selebriti dan publik figure kan, sifatnya perorangan. Jadi yang penting bagaimana menyadarkan masing masing individu yang tentunya dengan pendekatan semacam penyuluhan, pendidikan dan atau sejenisnya. Mungkin yang perlu dilakukan adalah setiap artis berikrar dan menandatangani semacam pakta integritas dan dimuat dan diumumkan di multi media sehingga secara moral akan mengikat secara sosial karena diketahui oleh khalayak atau masyarakat dan para pihak yang mempekerjakan artis,” jelas Julia lagi.

Selain itu, sambungnya, pihak lain yang mempekerjakan si artis juga harus ikut serta untuk paham mengenai hal penyalahgunaan narkoba. Sehingga bila ada seleb yang terindikasi memakai barang haram maka pihak yang mempekerjakannya bisa segera bertindak.

“Yang mempekerjakan dan juga multi media seperti tv juga harus diberikan pemahaman, karena pihak pihak tersebut dan stake holders di dunia entertainment, artis atau sesorang yang bermasalah baik terlibat narkoba dan atau kasus lainnya, bila diukur dengan standard etika moral yang umum dikatakan tercela,  justru artis seperti itu malah dijadikan icon atau diberikan kesempatan yang luas. Semua kita paham bahwa bad news is a good news, itulah yang berlaku,” imbuh perempuan bergelar Sarjana Hukum ini. [foto : dokumentasi/teks : denim]