MovieTV

Satria, Cerita Film Tentang Kearifan Lokal Masyarakat Banyumas Jawa Tengah

Redaksi •    29 September 2017 | 10:53:15 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Film yang memgangkat cerita daerah mulai menarik digarap lantaran berbagai alasan. Film juga akan menjadi tombak agar suatu daerah lewat film bisa menjadi dikenal dan diingat masyakat luas.

Satria juga menjadi film bercerita daerah lokal di Jawa Tengah yang mengangkat landscape pariwisata Banyumas dan dibalut cerita inspiratif. Di sutradarai Jito Banyu, Satria juga mengangkat cerita yang memiliki pesan moral yang positif bagi kehidupan.

"Film Satria akan syuting di Banyumas selama dua minggu dan semua bintang utama dan lain akan kesana dan diharapkan bisa mempelajari daerah disana termasuk film juga akan menggunalan bahasa Banyumas 50 persen agar lebih menarik," kata Jito Banyu saat syukuran film Satria di The Pallas, SCBD, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Jito yang juga berasal dari Banyumas menambahkan, film yang mengangkat tokoh anak kecil hidup sederhana yang hidup hanya bersama neneknya, mengaku tidak miskin dan akhirnya menjadi panutan bagi masyarakat akan perjuangan, persahabatan dan pengorbanan serta kearifan lokal.

Menurut Bupati Banyumas, Ir H Achmad Husein yang hadir saat itu, film memang bukan cerita yang diangkat katena sejarah tapi cerita sebuah yang pernah terjadi dan digali di Banyumas. "Dan Pemerintah Kabupaten Banyumas sangat menyambut baik dan mendukung adanya film Satria ini," kata Achmad Husein.

Film Satria akan dibintangi sederet bintang beken dan senior seperti Rianty Catwright, Yama Carlos, Melayu Nicole, dan Jajang C Noer dan sejumlah bintang lainnya. Film ini baru akan memulai proses syuting dan kemungkinan baru akan dirilis di tahun depan. [lisafirna/foto: musa]