Style

Kenali Bebegig dan Kolecer di FestIval Pesona Tanjung Lesung

Redaksi •    24 September 2017 | 07:37:05 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Di hari kedua Festival Pesona Tanjung Lesung 2017 yang digelar di area Beach Club, menyuguhkan berbagai acara menarik. Salah satunya, Pasar Kolecer yang menampilkan beragam suguhan kuliner khas Banten serta cenderamata kerajinan masyarakat Pandeglang yang menarik perhatian pengunjung. 

Salah satu acara unik yang digelar dalam Festival adalah Workshop Bebegig dan Kolecer. Apa itu?

Sebuah acara yang dilaksanakan di tenda utama Pasar Kolecer ini merupakan gagasan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Administrator KEK Tanjung Lesung untuk lebih mengakrabkan generasi muda dengan kekayaan tradisi dan warisan budaya Banten.

Menurut Endang Permana, kegiatan ini dilakukan agar anak-anak muda Banten tidak melupakan budaya lokal. “Juga agar anak-anak muda tidak terbius budaya luar karena bebegig ini merupakan tradisi orang-orang perkampungan, khususnya. Jadi, ini adalah budaya khas Indonesia. Dan harapannya, semoga bebegig dan kolecer ini bisa mendunia,” ujarnya.

Endang Permana adalah salah satu instruktur yang mengajarkan para peserta bagaimana membuat kolecer dan bebegig sederhana. Setelah memahami bagaimana cara membuatnya, para peserta tampak antusias untuk mencoba membuat sendiri.

Sebagian besar peserta adalah murid-murid dari sejumlah sekolah menengah yang juga merupakan anggota Pramuka Kuarda Banten. Ada nilai lebih dari kegiatan ini yaitu setiap peserta berkesempatan untuk saling mengenal teman-teman mereka yang berasal dari sekolah lain. Setelah mendengarkan penjelasan yang disampaikan, para peserta dikelompokan menjadi dua; membuat kolecer dan bebegig. Kolecer dan bebegig yang dibuat oleh mereka kemudian diberi dinilai, dan yang terbaik mendapat hadiah hiburan.

“Fokus kegiatan ini adalah memberikan kesempatan kaum muda untuk dapat mengenal dan mempelajari seni dan budaya Banten, dan bukannya berkompetisi,” jelasnya.

Bebegig dan kolecer cukup terkenal di daerah ini. Dua alat itu cukup dekat kaitannya dengan hidupan warga sekitar. Bebegig dan kolecer adalah bagian dari atribut sawah yang berfungsi untuk mengusir hama padi.

Menurut Kepala Administrator Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung Joyce Irmawanti, bebegig adalah orang-orangan sawah yang berfungsi untuk menakut-nakuti burung pengganggu padi.

Kemudian, terkait dengan bahan pembuatnya, Joyce menjelaskan bahwa bebegig biasanya terbuat dari jerami dan bambu sebagai penopangnya. Karena berbentuk seperti manusia, maka dari itu biasanya warga menambahkan pakaian ke bebegig.

Sementara itu, kolecer adalah baling-baling bambu. Ini juga berfungsi untuk mengusir hama padi. Dengan suara yang cukup kencang ketika kolecer ini berputar, itu bisa menakut-nakuti hewan penggangu.

"Kearifan lokal masyarakat Pandeglang memang pertanian, khususnya sawah, makanya kolecer dan bebegig dekat kaitannya dengan warga di sini," jelas Joyce.

Joyce menambahkan, terkait dengan kolecer dan bebegig, Pemerintah Provinsi Banten, dalam hal ini Dinas Pariwisata Provinsi Banten, mendukung pelestarian dua atribut daerah itu dengan mengadakan Festival Kolecer dan Bebegig di Festival Tanjung Lesung 2017.