Celebs

Ustadz Yusuf Mansur Jawab Soal Kasus di Polda Jatim

Redaksi •    10 September 2017 | 17:22:38 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Lewat kuasa hukum, Ustadz Yusuf Mansur buka suara mengenai bahwa bisnis Paytren tidak ada hubunganya dengan kasus pelaporan yang telah melibatkan namanya di Polda Jawa Timur. 

"Paytren tidak ada kaitan sama sekali dikasus di Polda Jawa Timur, disana hanya sebagai kasus pribadi saja. Dan selama ini ustadz Yusuf Mansur dan tim selalu bersikap kooperatif dengan pihak kepolisian. Kalau dibilang bakal menjadi tersangka, itu hal yang terlalu terburu-buru," tegas kuasa hukum, Ina Rachman, dikawasan Haji Nawi, Jakarta, Sabtu (9/9/2017) malam.

Seperti diketahui, Yusuf Mansur dilaporkan beberapa korban investasi Condotel Moya Vidi di Surabaya ke Polda Jatim dengan nomor laporan 742/VI/2017/UMJATIM. Kuasa pelapor, Sudarso, menjelaskan bahwa investasi itu ditawarkan Yusuf Mansur ke jemaahnya di seluruh Indonesia termasuk di Surabaya pada 2012-2013. Investor direkrut untuk pembangunan Condotel. Setiap investasi Rp2,75 juta yang disetorkan, investor mendapatkan selembar sertifikat. Belakangan, kata Sudarso, investasi itu diduga dialihkan. Uang yang dijadikan investasi tak kembali sebagaimana seharusnya.

"Jika ada pihak yang merasa dirugikan dan melakukan pengaduan, silahkan saja. Tapi apakah pelapor-pelapor ini memang benar melakukan pelaporan atau ada unsur pidana atau tidak, kalau tidak ada, pihak ustad nantinya akan melaporkan balik, hati-hati itu," papar Ina.

Ina juga menambahkan, atas klarifikasinya pada malam itu diharapkan nantinya akan membuat titik terang. "Kita harapkan setelah malam ini, masyarakat bisa tahu bahwa antara Paytren dengan kasus di Polda Jatim tak ada kaitanya," tandas Ina.

Sebelumnya, Direskrimum Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Agung Yudha Wibowo membenarkan peningkatan status kasus terlapor Yusuf Mansur dari penyelidikan ke penyidikan. "Proses selanjutnya akan memanggil pelapor, saksi-saksi dan ahli. Kalau terlapor dipanggil belakangan," katanya. [foto: istimewa]