Music

Rendy Pandugo, Cerita Cinta Masa Kecil Lewat Silver Rain

Redaksi •    12 Mei 2017 | 19:08:50 WIB
Prahara Persatuan Artis Film Indonesia
( Foto:FEM | REDAKSI )

FEM Indonesia - Cerita cinta masa kecil ternyata bisa menjadi inspirasi untuk membuat karya baru. Dan Rendy Pandugo pun menuliskan kenangan indah masa bocahnya lewat single terbaru berjudul Silver Rain.
 
Lagu berlirik bahasa Inggris ini dikerjakan oleh Rendy saat workshop di The Kennel Studio, Swedia pada Februari 2016 lalu, di mana Rendy berkolaborasi dengan musisi Swedia yaitu Cage dan Oneeye. Silver Rain menjadi single kedua berbahasa Inggris, setelah sebelumnya Rendy merilis single “I Don’t Care” pada Oktober 2016.
 
“Lagu ini bercerita tentang jatuh cinta saat berumur 10 tahun, dan 20 tahun kemudian mereka bertemu, dan ternyata rasa cinta itu masih ada. Ini adalah lagu yang terinspirasi dari kisah masa lalu yang dikembangkan lagi,” kata Rendy Pandugo lewat press rilis yang diterima redaksi FEM Indonesia, Jumat (12/5/2017).
 
Proses penggarapan terbilang berjalan lancar sejak Rendy mempersiapkan kord dan nada, kemudian diolah bertiga dengan Cage dan Oneeye. Oneeye adalah salah musisi di Swedia yang piawai dalam menggarap lirik yang puitis dalam bahasa Inggris. Hanya sekitar 15 menit, terciptalah lirik Silver Rain.
 
Ini jadi salah satu karya Rendy yang unik, dengan menggabungkan dua rasa musik, warna EDM yang menjadi unsur kekinian, tetapi tanpa meninggalkan ciri khas musikalitas dari seorang Rendy sendiri yang dikenal dengan folk musik akustik.
 
Silver Rain boleh dikata sebuah tantangan bagi Rendy untuk keluar dari zona nyamannya dalam bermusik, namun memberinya ruang kebebasan untuk berekspresi. Eksplorasi musik melalui lagu ini membawanya dalam pengalaman yang berbeda. “Menyenangkan bisa mengeksplorasi musik yang berbeda dari yang biasa aku mainkan. Dan ternyata banyak yang suka dan menjadi sebuah penyegaran dari musik yang selama ini aku buat," tandas pehoby fotografi ini.
 
Single dirilis tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Singapura, Malaysia, dan Filipina.